Social Icons

twitter.com/myaghn33

Minggu, Maret 15, 2009

Moon Face oh Moon Face ...


Beberapa minggu belakangan ini saya didera rasa malas sehingga lama saya tidak menulis apapun di blog ini. Mungkin karena kondisi kesehatan saya yang belum 100% pulih. Yang saya rasakan sekarang sering kram di tangan, kaki bahkan mulut. Pernah suatu ketika saya sedang menggosok gigi, tiba-tiba rahang saya kram. Waduh tersiksa banget rasanya. Selain kram, otot dan persendian terasa ngilu, linu seperti disayat-sayat. Kalau sudah begitu lebih baik saya rebahan di tempat tidur agar rasa sakitnya berkurang.

Saya ingin bercerita sedikit mengenai obat yang saya minum dan efek samping obat tersebut. Sejak saya divonis menderita AIHA (Auto Imun Hemolitic Anemia) tanggal 29 Nopember 2008 lalu, sejak itulah saya meminum obat kortikosteroid jenis medixon (metylprednisolon), imuran, cellcept, dan folavit. Harga keempat obat tersebut jika diakumulasikan untuk 1 bulan jauh melebihi uang living cost yang saya terima (itulah salah satu alasan saya menunda keinginan kuliah S2). Bagi saya biaya sebesar itu sangat memberatkan. Tetapi saya yakin Allah SWT tidak akan memberikan ujian dan cobaan di luar kemampuan hambaNya.
Nah, tentang obat tersebut ada yang efeknya cukup mengerikan, yaitu medixon.

MEDIXON

GENERIK
Metilprednisolon.

INDIKASI
Penyakit pernafasan, penyakit kulit, rematik, kelainan endokrin, keadaan alergi, berbagai macam penyakit autoimun.

KONTRA INDIKASI

· Infeksi jamur sistemik.

· Baru saja imunisasi.

· Menyusui.

PERHATIAN
Kehamilan.
Tuberkulosa aktif atau tersembunyi, hipotiroidisme, sirosis (efek dipertinggi), herpes simpleks pada mata, infeksi interkuren (infeksi yang terjadi saat berlangsungnya penyakit), osteoporosis, ulkus peptikum dan duodenum (pada penggunaan jangka panjang).
Interaksi obat : obat-obat anti radang non steroid, antidiabetik, Fenitoin, Rifampisin, Barbiturat, diuretika.

EFEK SAMPING
Gangguan elektrolit & cairan, kelemahan otot, gangguan penyembuhan luka, peningkatan tekanan darah, katarak subkapsular posterior, menghambat pertumbuhan anak-anak, insufisiensi adrenal, sindroma Cushing, osteoporosis, ulkus peptikum.

Sumber:

http://72.14.235.132/search?q=cache:uATRCuaj7GgJ:medicastore.com/index.php%3Fmod%3Dobat%26id%3D11099+efek+samping+medixon&cd=8&hl=en&ct=clnk

Efek samping yang langsung terlihat adalah kegemukan pada tubuh saya, jerawatan, tumbuh kumis (?!) dan Moon Face. Kadang sambil bergurau saya bilang 'saya mau berubah wujud' pada teman yang bertanya mengenai perubahan pada diri saya. Tak seindah namanya, moon face membuat saya shock beberapa waktu. Dengan rasa penasaran saya cari di internet dan inilah hasil pencarian saya tentang moon face.

Moon face (bentuk wajah yang sembab dan membulat) adalah salah satu dari gejala Cushing Sindrome, suatu kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh kelebihan hormon kortisol, salah satu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal tubuh.

Penyakit ini timbul oleh ketika kelenjar adrenal pada tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol. Penyakit ini juga dapat muncul akibat seseorang yang terlalu banyak mengkonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu panjang.
Kortikosteroid sendiri merupakan salah satu golongan obat yang luas digunakan dalam dunia medis untuk pengobatan penyakit seperti alergi, rheumatik, sindroma nefrotik, dll.

Gejala Cushing Sindrome antara lain :
- Berat badan meningkat terutama di sekitar perut dan punggung atas.
- Kelelahan yang berlebihan, dan otot-otot terasa lemah.
- moon face
- edema (bengkak) pada kaki.
- tanda merah atau pink pada kulit paha, pantat atau perut.
- depresi
- pada wanita dapat menimbulkan siklus haid yang tidak teratur.
Sumber:
(http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080827060313AAwqmUV)


Akibatnya .....

Foto di atas bukan iklan make over yang marak di media massa lho... Lagi pula siapa yang mau dimake-over seperti itu he .... he....
Yang jelas dengan 'penampakan baru' tersebut beberapa sahabat saya menjerit histeris terkaget-kaget (yang jelas tidak terkagum-kagum). Saya hanya bisa tersenyum dan bilang bahwa inilah jejak bersejarah dalam hidup saya yang terpapar di wajah saya (cie... sok tabah padahal hatiku meringis). Untunglah mereka mencintai hati saya bukan wajah saya, jadi semuanya tetap menerima saya apa adanya. Alhamdulillah...
O ya, teman mahasiswa di UNY juga ada yang rajin mengomentari wajah saya, yaitu Pak Budi dan Pak Asep. Mereka perhatian banget (perhatian apa bawel?) nyuruh saya olah raga, lari-lah , BL-lah (Body Language). Sekarang kalau mereka masih juga kasih komentar ini itu tentang wajah indahku akan saya suruh baca tulisan ini di blog saya biar nyaho. Wekekekek.....

16 komentar:

Mulyati mengatakan...

Sobat.... saya terharu sekali membaca tulisan bu Euis. Di saat mengalami ujian seperti ini bu Euis masih sempat bercerita panjang lebar tentang penderitaan yang dialami...Tapi saya yakin bu Euis pasti mampu melewati semua ujian ini dengan baik.Dan benar Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan hambaNya.
Ketika ketemu di kampus, saya ikut sedih dan merasakan betapa beratnya beban bu Euis, saya diam bukan berarti tidak perhatian lho... Tapi justru prihatin, mau nanya takut menyinggung perasaan mau nasehati ya bingung ndak tahu solusi apa. Jadinya ya cuma saya simpan dalam hati.
Saya hanya bisa berdoa semoga ibu bisa segera terlepas dari ujian ini, dan bisa tersenyum ceria kayak dulu lagi... Saya yakin dengan kekuatan iman diri ibu, semuanya bisa dilalui. Sabar dan tabah ya bu, teman-teman bantu doa untuk ibu...suatu saat pasti ada jalan yang terbaik. Amin

Achmad Agus S, S.Pd. mengatakan...

Allah bersama orang yang sabar.hanya dariNyalah segala kesembuhan. Ista'inu bi sobri wa sholah. Allah pasti mengabulkannya.semoga cepat sembuh seperti sedia kala. amin...

Euis Kurniawati mengatakan...

Terima kasih banyak atas perhatian yang tulus dari bu Mul dan pak Achmad Agus. Do'a dari teman-teman sekalianlah yang membantu saya hingga masih mampu bertahan sampai hari ini.
Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan teman-teman dengan balasan yang setimpal. Amiin ya robbal 'alamiin...

Sairan mengatakan...

Beberapa bulan yang lalu sebenarnya aku juga kaget melihat perubahan pada ibu. Tapi aku ga berani nanya soalnya ga enak aja mbok ibu tersinggung. Tapi setelah ibu tulis di sini aku baru tahu ternyata ada pelangi dalam kehidupan ibu.
Satu hal yang membuat aku takjub, meski ibu dalam kondisi penyebuhan tapi ibu tetap semangat menggapai asa dalam hidupnya. Salut untuk ibu moga cepet sembuh dan tetap semangat. Salam untuk keluarga...

Euis Kurniawati mengatakan...

Saya yakin semua teman mengetahui perubahan pada diri saya (terutama wajahnya ya he..he..). Berkat pa Sairan yang suka bercanda di kelas jadi kuliah rasanya fresh, makanya semangat terus. Terima kasih atas doanya ya pak, semoga pak Sairan dan keluarga selalu dalam limpahan rahmatNya. Amiin.

anty's blog mengatakan...

aku jg termasuk org yg terkena penyakit autoimun,,yaitu rheumatoid arthritis,,padahal umurku masih 19th,,muka ku jg jd moon face.. kira2 ada pengobatan yg manjur ga yah :(

Euis Kurniawati mengatakan...

@anty: salam kenal ya de anty, semoga selalu sabar+tawakal dg pnykitnya. Sy sdh lebih dr 1 th brhnti brbt k dtr, alsnnya krn tdk ada prbhn kndsi yg lbh baik. Hb dlm darah sy msh brksr antara 8-10. Selain itu sy jg sering pegal2 n msh sering pusing/skt kpla. Tp yg lbih sy khwtirkn dr obat2 kimia yg slma ini sy minum adlh efek sampingnya, sy ngeri bngt klw mngingt hal tsb.
Kmdian sy beralih ke pngobatan dg herbal. Sy rutin minum habbatussauda tiap hr. Skrng dtmbh dg minum propolis. Alhmd mskipun hb sy msh ttp sprti sblmnya, tp kndsi tbh sy jauh lbh baik. Wjh sy kmbli normal, dan trtma keluhan brp pegal2 n pusing jauh brkrng bhkn hmpir jrng sy rskn.
Smga de anty + sy jg sgra diberi ksmbuhan olehNya, amiin...
Trmksh sdh brknjung.

adil mengatakan...

saya mau tanya, pipi anda sudah kembali normal seperti biasa? obat yang diminum apa supaya bisa pipinya kembali normal? ada email yang bisa dihubungi ? pnykt saya jg sama sprti anda. thx :)

Bu Moein mengatakan...

AssWrWb...bu Euis salam kenal, sy jg menderita penyakit AIHA sejak 2 tahun yg lalu, sampai sekarang msh konsumsi prednison 15 mg perhari, semua yg bu euis ceritakan jg sy alami. Yg sy mau tax, apakah Urine ibu msh b'wrna cokelat (stlh b'hnti minum steroid)?, dan bgmn kadar bilirubin bu euis, apa msh tinggi?, krn itu smua p'tanda msh t'jadix hemolisis. Mohon bantuanx bu euis, sy sgt memerlukan informasi ini, oleh krn itu sy ingin berkenalan lebih jauh dgn ibu,, smg bu euis berkenan adax.

Euis Kurniawati mengatakan...

Pak Adil + Bu Moein:
Mohon maaf saya baru membalas komentar anda berdua. Pada dasarnya AIHA bukan penyakit yang mudah untuk ditaklukkan, hehe. Berdasarkan pengalaman saya, meskipun setiap hari meminum obat jenis kartekosteroid tapi kadar hemoglobin saya selalu di bawah normal. Dan mengingat efek samping obat tersebut yang sangat berbahaya, maka saya tidak menggantungkan kesembuhan saya pada obat tsb.
Saya hanya minum kortekosteroid jika kadar hab saya sangat drop. Ini ilmu sesat saya (hehe..) selama masih memiliki nafsu makan berarti kondisi saya belum masuk tahap gawat darurat, belum membutuhkan obat dari dokter.
Alhamdulillah, biasanya setelah 1 atau 2 bulan lepas dari kortekosteroid, pipi saya berakhir pulih, tidak menggelembung lagi seperti ketika masih mengkonsumsi obat kimia.
Menurut saya, kunci utama untuk "mengendalikan" AIHA adalah dengan memenej tingkat kelelahan, hindari stress, pola makan sehat, dan selalu (berusaha) berpikir positif. Dan terutama, serahkan segalanya kepada Allah SWt, kita manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Semoga penyakit yang saya derita menjadi peluruh dosa-dosa yang telah saya lakukan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Amiin.
Pak Adil + Bu Moein: Ayo kita tetap semangat selalu.

Euis Kurniawati
(myaghnee@gmail.com)

dewi nani mengatakan...

Bu Euis saya seorang ibu yg saat ini sangat sedih dgn mendapat ujian ini krn anak saya menderita penyakit yg sama d derita kembaranny dlu. Anak pertama saya kembar tp pd umur 6 thn kembaranny meninggal dunia krn penyakit AIHA itu, dan tahun 2011 bln November kmrin kembali terjadi penyakit itu datang mengenai anak saya yg satuny,stlh 5thn kehilangan kaka kembaranny skrng adik kembaranny. wktu pertama kali msk rmh skit dan d rawat selama 3 minggu dktr berkata skit anak saya ITP tp stlh d rmh satu bln dan aktifitas sprti biasa sklh rutin koc anak saya ngedrop lgi dan msk rmh skit tranfusi lgi d rmh skit 2minggu. dan skrng msh pengobatan rutin bu. Saya tdk ingin anak saya keterganntungan obat kimia bu krn efekny tdk bagus untk anak saya. saat ini saya blom menemukn obat herbal untk anak saya. Saya mohon bantuan ibu untk berbagi pengalaman dgn saya demi kesehatan anak saya tercinta bu. saya orng bandung aslliny tp skrng tinggal d malang krn suami saya orng malang. Saya mohon bantuan ibu untuk memberi tahu obat herbal untk sakit AIHA itu bu, menginggat anak saya msh kcil bulan juni 2012 ini bru berumur 12 thn bu. saya mohon bntuin ibu. Terima kasih bnyk atas perhatian ibu. saya tunggu jawaban ibu.

Euis Kurniawati mengatakan...

Sungguh saya sangat terharu membaca komentar dari Bu Nani. Sebagai seorang ibu, saya juga dapat merasakan kesedihan yang Bu Nani rasakan. Tiada lain selain ucapan doa, semoga ibu sekeluarga diberi kesabaran dan ketabahan selalu. Juga buat ananda tercinta semoga diringankan bahkan diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Karena tidak ada hal yang tidak mungkin jika Dia berkehendak.
Mengenai obat herbal, selama ini yang saya pernah dan masih dikonsumsi adalah habbatusauda, madu, kurma/sari kurma, anggur, dan angkak/kurma cina. Saya mengkonsumsinya untuk menjaga kondisi hb saat stabil itu pun biasanya berkisar antara 7 - 9 mg/dL dan untuk meminimalisasi efek samping obat kimia yang saya minum.
Saya hanya bisa menyarankan agar ibu rajin mengecek kadar hb ananda, minimal sebulan sekali. Dengan demikian ibu bisa memantau saat hb ananda rendah agar segera dibawa ke dokter. Karena penyakit AIHA ini sabar banget menyapa penderitanya, jadi kitanya yang harus lebih sabar dan ulet menyiasati penyakit tersebut dengan rajin mengecek kadar hb di laboratorium. :)
Saya pun sempat merasa capek+males harus minum obat kimia terus, tapi saya harus realistis, karena memang dalam kondisi hb drop hanya obat tersebut yang sementara ini dianggap paling mampu untuk menekan si auto imun atau zat anti bodi agar tidak secara ganas menghancurkan hb.
Nah, setelah agak stabil kadar hb biasanya dokter juga menurunkan dosis obat kimia tsb. Dengan dibarengi mengkonsumsi herbal semoga efek sampingnya dapat diminimalisir.
Ibu...saya titipkan salam buat ananda tercinta, semoga sabar+tabah, tetap menikmati dunia bermain yang indah, dan tetap menjadi anak sholeh/sholehah kebanggaan orangtuanya dunia akhirat. Amiiin....

GigihBerjasa mengatakan...

Bu Euis, Saya sudah 6 hr ini di diagnosa kena Vaskulitis. Kedua kaki saya timbul bercak2 merah. Dari dokter yg menangani saya, saya di beri obat Medixon 2x8mg, Interhistin 2x1tab dan Ranitidine 2x1tab. Ini hr ke enam saya mengidap penyakit ini. Disaat saya menulis koment ini, perut saya atau tepatnya di uluhati saya terasa perih sekali. Ibu dulu kan juga pernah mengkonsumsi medixon, Apakah ibu ada mengalami seperti yg saya alami? Apakah ini merupakan salah satu efek dari medixon itu?

Euis Kurniawati mengatakan...

Ibu/Bapak Gigih Berjasa:
memang salah atu efek samping dari obat sejenis medixon tersebut adalah menimbulkan "ulkus peptikum". Selengkapnya silahkan baca di:
http://www.news-medical.net/health/Peptic-Ulcer-Symptoms-%28Indonesian%29.aspx

atau di:

http://medicastore.com/penyakit/531/Ulkus_Peptikum.html

Saya masih mengkonsumsi obat sejenis medixon terutama saat hb sangat rendah (sekitar 5 mg/dL) pasti oleh dokter diberikan dengan dosis tinggi, jadi gejala sakit lambung juga kembali saya alami.

Moniatikiwa mengatakan...

Dear Mbak Euis,

Terimakasih untuk informasi yang Mbak tulis, bbrp minggu ini saya mengeluhkan lelah yang tidak kunjung hilang, sakit dilutut, terasa nyilu diseluruh badan, sering baal diwajah dan vertigo. Sampai saat ini pun masih belum tahu sakit apa karena dokter masih mengobservasi lebih lanjut, diagnosa awal dibilang ada indikasi kelainan pada darah. Karena setiapkali dicek lekosit dan trombositnya tinggi.

Namun dokter memberikan salah satu obat, yaitu methylprednisolone yang efek sampingnya langsung bisa saya rasakan. Seperti berat badan meningkat dan perubahan pada wajah. Rasanya sedih sekali melihat perubahan yang cukup drastis diwajah.

Alhasil saya hentikan pemakaian obat tersebut agar tidak terus-terusan menimbulkan efek samping tersebut. Apakah bisa dikembalikan ke kondisi semula terhadap reaksi yang ditimbulkan pemakaian obat tersebut? Dan apakah sampai saat ini Mbak juga masih mengkonsumsi obat tersebut? Karena jujur saja bbrp hari tidak mengkonsumsinya seluruh tubuh rasanya kaku dan nyilu.

Euis Kurniawati mengatakan...

Aduh maaf ya Mbak Moniatikiwa, saya telat membalas komentar Mbak.
Bagaimana hasil perkembangan diagnosa dokter? Semoga penyakit yang Mbak derita dapat ditangani dengan baik oleh dokter dan diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.
Saya sendiri masih tidak dapat terlepas sepenuhnya dengan methylprednisolone karena jika kadar hb (hemoglobin) kurang dari 5 g/dL kondisi saya akan sangat drop dan hampir kehilangan kesadaran, maka dokter pasti memberikan methylprednisolone, mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus meminumnya.
Tapi jika kondisi membaik saya stop dulu methylprednisolone, asal jaga kondisi dengan menghindari lelah dan stress.
Berdasarkan pengalaman saya, setelah 2 atau 3 minggu berhenti minum methylprednisolone akan terlihat perubahan secara perlahan-lahan, kegemukan, moon face, sedikit demi sedikit menghilang dari penampakkan, hehe...
Oke Mbak Montikiwa selamat berjuang semoga tetap sabar, tabah, dan tawakal.